jump to navigation

Tebar Pesona di Dunia Maya Desember 8, 2008

Posted by Tatang in LAIN-LAIN.
Tags: , ,
5 comments

Belakangan, semakin banyak politisi dan partai politik [parpol] memanfaatkan media elektronik untuk “tebar pesona”, termasuk melalui internet. Web, blog, Facebook, dan sejenisnya mulai diramaikan oleh suasana “pesta demokrasi” 2009. Menarik, walaupun kita belum tahu “arahnya” ke mana pemanfaatan TIK ini dalam ancangan mereka.

Saya sendiri belum pernah ikut dalam kelompok-kelompok diskusi yang bernuansa “kepartaian”. Memang tidak ada larangan sekalipun kita “pegawai negeri sipil (PNS)” bergabung dalam diskusi-diskusi demikian. Tetapi saya belum yakin apakah tokoh yang bersangkutan yang memang langsung berada di balik situs internet, blog atau “profil” yang terpampang di Facebook, dan sejenis. Kalaupun ya, saya belum menemukan tokoh yang mengungkapkan “pandangan dan rencananya” untuk mengembangkan dan mendayagunakan pengetahuan bagai pemajuan bangsa dan negara ini. Apalagi bicara secara khusus tentang teknologi informasi dan komunikasi [TIK].

Dalam “dunia nyata,” saya malah sering “melihat” atau kebetulan “bertemu” dengan tokoh politik [dan yang telah menjadi pejabat] berbicara tentang ini. Yang jarang saya temui adalah mereka yang memang sungguh-sungguh dengan apa yang disampaikan dalam “pidato” sambutannya. Kita “terpaksa” mengelus dada karena sering setelah pidotao tersebut tidak ada tindak lanjut kongkritnya. Karena itu ada kalanya saya juga ragu apakah mereka “mengerti” dengan yang diucapkannya. Mungkin [sebagian besar] kita lebih berharap bahwa mereka menyampaikan pesan sederhana dengan niat yang tulus, dan tindakan yang nyata.

Di bidang TIK, saya lebih berharap para tokoh [atau calon tokoh] politik semakin mau membangun komunikasi timbal-balik yang positif dengan para ahlinya dan masyarakat – mau mendengarkan advis-advis ahli untuk perbaikan program yang ditawarkannya – bukan sekedar tebar pesona dan janji.

Semoga.

Iklan

E-readiness Indonesia 2008 (Versi EIU) September 16, 2008

Posted by Tatang in E-development, TIKoMeter.
Tags: , , , , , , , , , ,
add a comment

Salah satu upaya untuk menelaah e-readiness tingkat negara adalah yang dilakukan oleh “the Economist Intelligence Unit (EIU)” yang telah melakukannya sejak tahun 2000. E-readiness ini mengindikasikan bagaimana suatu negara mampu “menyerap” kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan mendayagunakannya untuk kemanfaatan ekonomi dan sosial. Pada dasarnya, e-readiness yang dikembangkan oleh EIU mengungkapkan ukuran kualitas infrastruktur TIK suatu negara dan kemampuan kalangan konsumen, bisnis dan pemerintah memanfaatkannya.

Mereka mengelompokkan kriteria penilaian atas 6 kategori, yaitu Konektivitas dan Infrastruktur Teknologi/Connectivity and Technology Infrastructure (Bobot: 20%), Lingkungan Bisnis/Business Environment (15%), Lingkungan Sosial dan Budaya/Social and Cultural Environment (15%), Lingkungan Legal/Legal Environment (10%), Kebijakan dan Visi pemerintah/Government Policy and Vision (15%), dan Adopsi oleh Konsumen dan Bisnis/Consumer and Business Adoption (25%).

Dalam publikasi terakhir (2008, Klik di sini), Indonesia memiliki skor 3,59 (sedikit meningkat dari 3,39 pada tahun 2007) dan berada pada urutan 68 (dari 70 negara yang disurvei; urutan 67 pada tahun 2007). Posisi ini memang bahkan lebih rendah dari Vietnam sekalipun (dengan skor 4,03 dan pada urutan 65).

Wah, maaf, saya tidak bermaksud menambah dan menyebarluaskan berita kesedihan. Tapi sebaliknya, ini keprihatinan, yang mudah-mudahan justru bisa menjadi cambuk agar lebih memotivasi kita semua untuk berjuang lebih baik untuk perbaikan dalam masyarakat.

HAKTEKNAS di Kota Pekalongan, 12-13 Agustus 2008 Agustus 17, 2008

Posted by Tatang in LAIN-LAIN.
Tags: , , , , , , ,
3 comments

Kota Pekalongan memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTKENAS) ke-13 pada tanggal 12-13 Agustus 2008. Ada hal menarik dari kegiatan ini.

Museum Batik Nusantara

Museum Batik Nusantara

Dalam bidang TIK, Pemkot Pekalongan telah mengadopsi kerangka e-development yang direkomendasikan oleh PTIK-BPPT. E-development yang merupakan kerangka pendekatan pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara integral dalam pembangunan telah menjadi komitmen Pemerintah Kota Pekalongan. Hal ini juga menjadi pilar penting dalam pembangunan menuju ekonomi pengetahuan (knowledge economy) dan masyarakat berpengetahuan (knowledge society) di Kota Pekalongan. Dalam kerangka strategi e-development ini, maka agenda tindakan yang berkaitan dengan bidang TIK tentunya tak lagi dapat dilakukan secara parsial dan seolah sekedar menjadi langkah latah meniru daerah/negara lain. Kesungguhan semua pihak menjadi prasyarat mutlak bagi keberhasilan.

Secara umum, e-development menyangkut langkah perbaikan pengembangan dan pemanfaatan TIK secara seimbang dan dinamis elemen-elemen penting seperti: (1) kepemimpinan, kebijakan dan kelembagan; (2) infrastruktur informasi dan komunikasi yang terpadu; (3) penerapan TIK di pemerintahan (e-government); (4) pemanfatan TIK dalam pembangunan masyarakat (e-society); dan (5) pengembangan industri TIK dan pemanfaatannya bagi bisnis (e-Business). Sudah barang tentu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian tak terpisahkan dalam kesemua elemen tersebut.

Dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) ke-13 ini, Kota Pekalongan mencanangkan “e-PEKALONGAN@BATIK-CITY-2010”, dengan tujuan:

e-development untuk mendorong percepatan pewujudan good governance, pendidikan berkualitas, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi kreatif Kota Pekalongan 2010”.

 

Langkah ini dibangun atas kemitraan antara Pemkot Pekalongan, dunia usaha, komunitas pendidikan, organisasi non pemerintah, dan masyarakat umum. Gerakan ini juga telah didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, khususnya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT), Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan (KNPP), Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Departemen Perindustrian, Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga (KNPO), Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat “Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil” (PUPUK).

 

 

Milestones

Hingga saat ini, beberapa prakarsa telah dilaksanakan dengan hasil sementara seperti berikut.

1. Pengembangan E-leadership, Penataan Kebijakan dan Kelembagaan:

  • Pelaksanaan rangkaian seminar, workshop, dan diskusi tentang pengembangan dan pendayagunaan TIK dalam pembangunan daerah.
  • Penyusunan rencana strategis TIK Kota Pekalongan dan penggalian masukan untuk penataan kebijakan TIK di Kota Pekalongan.
  • Penetapan satuan kerja (SOTK) baru di lingkungan Pemkot Pekalongan.
  • Pengembangan IGOS Center Kota Pekalongan.
  • Apresiasi (dari Pemkot dan BPPT) terhadap organisasi yang menjadi pelopor dalam gerakan pengembangan dan pemanfaatan TIK legal: STMIK Widya Pratama dan SMKN 2 Pekalongan.

 

2. Pengembangan Infrastruktur Informasi dan Komunikasi Terpadu di Kota Pekalongan:

  • Ditatanya prasarana dan sarana infokom di beberapa simpul jaringan dan sistem komunikasi di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk 4 kecamatan, dan 1 kelurahan percontohan. Jaring infokom terpadu yang akan dibangun ke depan adalah BatikNet.
  • Instalasi beberapa paket perangkat lunak untuk mendukung Sistem Informasi Manajemen Daerah, Kantor Maya (KANTAYA), dan SMS Center Kota Pekalongan.
  • Pelatihan administrasi jaringan.
  • Inisiasi penataan Jardiknas di Kota Pekalongan dan instalasi 5 server di sekolah percontohan.
  • Peluncuran Hot spot Mataram.

 

3. Prakarsa Migrasi ke Penggunaan Perangkat Lunak Legal:

  • TOT (Training for the Trainers) migrasi ke perangkat lunak legal.
  • Proses migrasi di beberapa SKPD, perguruan tinggi dan sekolah pelopor.
  • Pemkot Pekalongan beserta stakeholder setempat mendeklarasikan migrasi ke penggunaan perangkat lunak legal di lingkungan Pemkot (SKPD) beserta sekolah dan perguruan tinggi negeri. Pemkot Pekalongan merupakan Pemkot pertama di Indonesia yang mendeklarasikan migrasi ke penggunaan perangkat legal.

 

4. Pengembangan Telecenter dalam rangka Perkuatan Klaster Industri Unggulan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat di Kota Pekalongan

  • Workshop pengembangan telecenter/multipurpose community telecenter, sebagai suatu fasilitas pemberdayaan komunitas yang diperkuat dengan akses TIK.
  • Pelatihan penggunaan perangkat lunak legal dan murah berbasis FOSS (Free/Open Source Software), termasuk “Batik Fractal” untuk desain.
  • Pengembangan percontohan beberapa telecenter di Kota Pekalongan (lokasi, fasilitas dan sarana dasar, penyediaan paket/perangkat lunak pendukung, penataan jaringan lokal, akses internet). Empat telecenter mulai dikembangkan, yaitu: Telecenter Museum Batik Nusantara, Telecenter Grosir Batik Setono, Telecenter Widya Pratama, dan Telecenter Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Remaja.
  • Bantuan dan sumbangan perangkat komputer dan buku dari BPPT dan KNRT.
  • Sumbangan laptop dari swasta.

 

5. Alih Pengetahuan/Teknologi kepada Masyarakat di Bidang TIK

  • Pelatihan TIK kepada Kelompok Perempuan dan Pemuda.
  • Penyediaan akses kepada sumber pendidikan.

 

6. Pengembangan Basisdata dan Indikator TIK Daerah

  • Sosialisasi dan pelatihan pengembangan basisdata dan indikator TIK dan indikator sensitif gender di Kota Pekalongan.
  • Penyiapan dan publikasi awal indikator TIK Kota Pekalongan.

 

7. Peluncuran Produk TIK BPPT

  • Peluncuran kepada publik (public release) : Rebundle Package Produk TIK Berbasis FOSS (berisis paket SIMDA, KANTAYA, dan lainnya)
  • Peluncuran kepada publik (public release) produk baru TIK:
  1. ILVC : IGOS Linux Voice Command – Linux yang dijalankan dengan suara
  2. SIDoBI 1.4 : Sistem Ikhtisar Dokumen Berbahasa Indonesia.
  3. Sukolix : Swauji Kompetensi Linux
  4. Website/portal untuk komunitas telecenter : http://www.kriyamaya.or.id
  5. Website/portal untuk basisdata dan indikator TIK : http://www.tikometer.or.id