jump to navigation

Hati-hati Penipuan Melalui Modus E-mail Desember 28, 2008

Posted by Tatang in LAIN-LAIN.
Tags: ,
trackback

Beberapa waktu lalu, rekan dan juga keluarga saya mengalami penipuan melalui modus telepon. Penipu menghubungi rekan, kolega atau keluarga dan menginformasikan bahwa rekan saya yang dimaksud mengalami kecelakaan lalu-lintas dan berada di rumah sakit. Si penipu lantas memberitahukan bahwa rekan saya tersebut perlu segera mendapatkan perawatan dan membutuhkan sejumlah uang untuk dikirimkan ke rekening tertentu.

Karena rasa panik, orang yang dihubungi [di tempat rekan saya bekerja] langsung mempercayainya dan mentransfer uang ke rekening yang dimaksud. Dapat diterka apa yang terjadi selanjutya. Rekan saya sebenarnya tidak mengalami kecelakaan apa-apa [kita tentu bersyukur], tetapi uang yang ditransfer terlanjur amblas . . .

Hal serupa pernah terjadi pada saya. Isteri saya mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sedang menolong saya yang mengalami kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit [puji syukur karea saya tidak apa-apa] . Bahkan dia “berani” menelpon dua kali. He he . . . [mungkin karena spontan]  dia langsung membentak si “penelpon gelap” tersebut dan mengatakan [kira-kira begini] : “lalu maunya apa, minta uang !?!?! . . .” Dapat diterka juga apa yang terjadi selanjutnya. Telepon langsung ditutup. [Alhamdulillah . . . saya tidak mengalami kecelakaan apa-apa saat itu, tapi kalau benar-benar terjadi bagaimana ya ? OMG . . . Barangkali EGP dalam benak isteri saya saat itu].

Tanggal 24 Desember 2008 yang baru lalu, saya mendapat email dengan alamat rekan saya [sebut saja si A] yang mengatakan bahwa “dia sedang berkunjung ke koleganya di Imperial College London, Gallery Section, London – Inggris.” Singkatnya, dia membutuhkan uang yang perlu dikirim segera. Saya sempat terheran-heran, benar tidak ya? Pada saat yang hampir bersamaan, rekan saya yang lain [sebut saja si B] memberitahukan lewat email agar berhati-hati jika memperoleh email tentang rekan yang “membutuhkan uang” dengan beralamatkan email si A.

Ini kreatif, tetapi tentu bukan inovasi . . . yang jelas penipuan, kejahatan . . .

Berhati-hatilah . . .

Komentar»

1. Shien - Desember 29, 2008

thx atas infonya yg bermanfaat^^ zaman makin parah, pada gelap (_ _”) thx n GBU^^

http://saisanwstreet.blogspot.com

2. budhe - Januari 7, 2009

Iya tuh makin pinter aja ya para penipu.. dan kita mesti lebih waspada dan cerdik untuk mengecoh mereka..

Istri Pakde tu syukurnya jeli yach..jadi semua selamat uang tak jadi melayang dan si penipu kecele hmm

Info bermanfaat…makasih yach….

3. dodi - Januari 23, 2009

beberapa tahun lalu teman kita di kelompok air pernah mengalami penipuan yang sama via telp. sy sempat diskusi dg teman ini, darimana kira si penipu bisa tahu nama, no telp rumah dan no.telp kantor. salah satu kemungkin adalah dari kartu nama. jadi sebaiknya kita selalu berhati-hati memberikan kartu nama kepada orang lain. jangan mencantumkan alamat & telp rumah pada kartu nama, cukup alamat & telp kantor/ bisnis saja.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: