jump to navigation

Dari Seminar “Pemantapan Pelaksanaan Otonomi Daerah” di Jembrana Agustus 28, 2008

Posted by Tatang in LAIN-LAIN.
Tags: , , ,
trackback

Bravo Jembrana . . . !

Karena lumayan seringnya, perkembangan kreativitas-keinovasian di Kabupaten Jembrana sudah tak lagi menjadi hal yang “asing” bagi sebagian dari kita. Namun harus saya akui selalu saja ada hal menarik dari daerah ini. Salah satunya adalah dalam rangkaian Seminar “Pemantapan Pelaksanaan Otonomi Daerah Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat”, yang diselenggarakan Senin, 25 Agustus 2008 (yang kebetulan saya juga diundang sebagai salah satu pembicara dalam acara tersebut).

Tak kurang dari empat bupati dan walikota (Kab. Jembrana, Kab. Banyuwangi, Kota Pekalongan, dan Kota Sukabumi) serta beberapa peserta dari berbagai daerah (provinsi, kabupaten dan kota) hadir dalam seminar tersebut. Yang menarik dari acara tersebut bukan saja produk-produk baru TIK (seperti kartu cerdas multifungsi dan pemetaan digital KK miskin) yang diluncurkan di Kabupaten Jembrana tetapi juga diskusi pemikiran kreatif beserta isu terkait yang boleh jadi “terbentur” pada ketidakjelasan aturan/regulasi dan penerapaannya (termasuk “ketidakpatuhan” terhadap aturan keuangan dan pemeriksaannya).

Usulan Walikota Sukabumi untuk dilakukannya evaluasi atas regulasi dari “Pusat” yang berpotensi menghambat langkah-langkah perbaikan sosial (social engineering) dalam pemberdayan masyarakat di daerah memang harus direspon segera dengan tepat, setidaknya oleh Departemen Dalam Negeri, asosiasi pemerintah dan dewan legislatif daerah. Jika tidak, stagnasi (atau setidaknya kelambanan) dalam proses pelaksanaan otonomi daerah bisa berkepanjangan.

Komitmen kuat dari Pemda dan strategi implementasinya di berbagai daerah untuk memberdayakan masyarakat di daerahnya masing-masing mungkin bisa ‘terhenti’ pada rencana kertas dan “kegamangan” mengimplementasikannya secara operasional jika aturan/regulasi tak lagi memberi ruang gerak yang tepat dan para aparatur pemerintah selalu “dihantui” kekhawatiran menyalahi aturan dan bisa berakhir menginap di hotel berjeruji besi.

Yang juga tak kalah menariknya adalah diskusi informal pascamakan siang antara Bupati Jembraan dan Walikota Pekalongan. Keinginan kedua Kepala Daerah untuk saling membantu, saling belajar, dan berbagi pengetahuan dan teknologi patut dihargai. Tak berlebihan saya kira jika saya sampaikan bahwa ketulusan, keterbukaan dan semangat membangun NKRI dari kedua tokoh ini semestinya menjadi keteladanan bagi para pejabat “Pusat” (termasuk para menteri). Wallahu alam bissawab . . . .

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: