jump to navigation

Asia Regional Consultation – IDRC Februari 7, 2009

Posted by Tatang in Beranda.
Tags: , ,
2 comments

Undangan dari IDRC [the International Development Research Centre] untuk meghadiri Asia Regional Consultation di Singapura, 4-5 Februari 2009 lalu saya penuhi, meski saat itu kondisi tubuh saya belum pulih 100 persen. Acara yang dihadiri oleh sekitar 18 peserta dari beberapa negara [di luar perwakilan IDRC] dan beragam latar belakang keilmuan dan profesi itu sangat menarik.

Tujuan utama forum tersebut pada dasarnya mendapatkan masukan dan mendiskusikan beberapa prioritas riset untuk pembangunan. Ini dilakukan oleh IDRC di beberapa wilayah kerjanya, termasuk Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi penyiapan rencana strategis IDRC 5 tahun mendatang (2010 – 2015).

Selama ini, IDRC bekerja dalam 3 (tiga) bidang luas, yaitu :

  • Environment and agriculture
  • Political Economy
  • Science / Information & Communication Technologies

Dalam diskusi tersebut, selain ada beberapa “isu” penting yang nampaknya menjadi ”keserupaan isu bersama” [misalnya perubahan iklim], yang tak kalah ”mengejutkan” buat saya adalah keserupaan ”persoalan” kebijakan publik yang dihadapi di banyak negara Asia. Bahwa masih terdapat demikian lebar “kesenjangan” antar dunia ”riset kebijakan” dengan “kemampuan dan proses pengambilan kebijakan publik” itu sendiri. Itu terjadi baik pada tataran pemerintahan nasional maupun pemerintahan daerah.

Para partisipan juga mengungkapkan kekhawatiran mendalam dalam waktu mendatang apabila proses politik yang berkembang ke depan di masing-masing negara tidak mampu menyajikan peningkatan kualitas “kemampuan dan proses pengambilan kebijakan publik” secara signifikan. Ini sangat menyulitkan Asia menghadapi krisis global dewasa ini dan berpotensi semakin menurunkan kemampuan negara-negara Asia dalam ”R&D untuk pembangunan” dalam arti luas.

Semoga saja pemilu untuk calon anggota legislatif di Indonesia April 2009 dapat menghasilkan para wakil rakyat yang berkualitas lebih baik, memiliki integritas dan profesionalitas tinggi. Ini sangat penting bagi perbaikan kebijakan publik ke depan dan masa pembangunan Indonesia 2010 – 2014. Jika Anda pemilih yang sah, tentu turut memiliki tanggung jawab dalam memberikan warna proses pembangunan periode tersebut dan Indonesia yang akan diwariskan ke gerenasi berikutnya dengan memilih wakil rakyat yang tepat. Gunakan hak Anda dengan penuh tanggung jawab . . .

Lokakarya Pemetaan Sistem Inovasi di Indonesia Januari 19, 2009

Posted by Tatang in Beranda.
Tags: , , , ,
2 comments

Mohon maaf sebesar-besarnya, karena ini baru sempat saya posting. Saya diminta menjadi moderator pada “Lokakarya Pemetaan Sistem Inovasi di Indonesia,” tanggal 13 Januari lalu di Gedung II BPPT. Ini merupakan kerjasama KNRT, DRN, BPPT, dan LIPI.
Kali ini, saya tidak akan mengupas “isi” lokakarya, mengingat luar biasa padat muatannya – termasuk pengayaan pertanyaan, komentar dan masukan dari peserta. Tetapi ini memang merupakan salah satu lokakarya yang saya suka – bukan karena saya yang menjadi moderator – melainkan karena nara sumber, peserta, dan “aura” lokakarya yang menurut saya sangat istimewa.
Dalam lokakarya tersebut, nara sumber utamanya adalah Ir. Ery Ricardo Nurzal, MT, MPA dari BPPT., yang selanjutnya “ditanggapi” oleh para pakar lain, yaitu Prof. Dr. Lukman Hakim (Wakil Ketua LIPI), Prof. Dr. Hermanto Siregar (Wakil Rektor Institut Pertanian Bogor, Bidang Sumber Daya dan Pengembangan), dan Ir. Didit Herawan, MBA (Country Director – Motorola Indonesia).
Lokakarya dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Dr. Idwan Suhardi. Sementara itu, Ketua Dewan Riset Nasional (DRN) Prof. Dr. Andryanto Handoyo menyampaikan sambutan kunci.
Bagaimana dengan peserta? Tidak hanya keragaman organisasi asalnya yang menarik tetapi juga kepakaran dan antusiasme dalam diskusi. Saya merasa bersalah karena sekalipun waktunya sudah “molor” dari jadwal semula, saya tetap tidak berhasil memberi kesempatan yang banyak kepada para peserta menyampaikan pertanyaan dan masukannya. Waktu setengah hari terasa demikian singkat dalam lokakarya itu.
Aura? Nah, itu dia. Tidak sering dalam acara “semi ilmiah” demikian kita jumpai kedahagaan bergagasan dan semangat pemajuan Indonesia berbaur manis . . . Saya menangkap semangat dan harapan partisipan dari dinamika yang berkembang dalam lokakarya kali ini. Pada saat-saat injury time saja, masih banyak peserta yang sebenarnya ingin beropini.
Sekalipun acara ini berfokus pada soal pemetaan dan merupakan rangkaian dari fora sebelumnya, diskusi berkembang tidak sebatas hal tersebut [termasuk isu klaster industri]. Tetapi sekali lagi, mohon maaf. Waktu dibatasi. Mudah-mudahan ini juga bisa menjadi cara yang tepat untuk memelihara stamina. Karena perjalanan masih panjang, untuk memperjuangkan penguatan sistem inovasi di Indonesia . . .
Salam

Hati-hati Penipuan Melalui Modus E-mail Desember 28, 2008

Posted by Tatang in LAIN-LAIN.
Tags: ,
3 comments

Beberapa waktu lalu, rekan dan juga keluarga saya mengalami penipuan melalui modus telepon. Penipu menghubungi rekan, kolega atau keluarga dan menginformasikan bahwa rekan saya yang dimaksud mengalami kecelakaan lalu-lintas dan berada di rumah sakit. Si penipu lantas memberitahukan bahwa rekan saya tersebut perlu segera mendapatkan perawatan dan membutuhkan sejumlah uang untuk dikirimkan ke rekening tertentu.

Karena rasa panik, orang yang dihubungi [di tempat rekan saya bekerja] langsung mempercayainya dan mentransfer uang ke rekening yang dimaksud. Dapat diterka apa yang terjadi selanjutya. Rekan saya sebenarnya tidak mengalami kecelakaan apa-apa [kita tentu bersyukur], tetapi uang yang ditransfer terlanjur amblas . . .

Hal serupa pernah terjadi pada saya. Isteri saya mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sedang menolong saya yang mengalami kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit [puji syukur karea saya tidak apa-apa] . Bahkan dia “berani” menelpon dua kali. He he . . . [mungkin karena spontan]  dia langsung membentak si “penelpon gelap” tersebut dan mengatakan [kira-kira begini] : “lalu maunya apa, minta uang !?!?! . . .” Dapat diterka juga apa yang terjadi selanjutnya. Telepon langsung ditutup. [Alhamdulillah . . . saya tidak mengalami kecelakaan apa-apa saat itu, tapi kalau benar-benar terjadi bagaimana ya ? OMG . . . Barangkali EGP dalam benak isteri saya saat itu].

Tanggal 24 Desember 2008 yang baru lalu, saya mendapat email dengan alamat rekan saya [sebut saja si A] yang mengatakan bahwa “dia sedang berkunjung ke koleganya di Imperial College London, Gallery Section, London – Inggris.” Singkatnya, dia membutuhkan uang yang perlu dikirim segera. Saya sempat terheran-heran, benar tidak ya? Pada saat yang hampir bersamaan, rekan saya yang lain [sebut saja si B] memberitahukan lewat email agar berhati-hati jika memperoleh email tentang rekan yang “membutuhkan uang” dengan beralamatkan email si A.

Ini kreatif, tetapi tentu bukan inovasi . . . yang jelas penipuan, kejahatan . . .

Berhati-hatilah . . .

Riset Sistem Inovasi oleh IDRC Desember 21, 2008

Posted by Tatang in Beranda.
Tags: , ,
2 comments

Rekan di International Development Research Centre (IDRC) – Regional Office for Southeast and East Asia menginformasikan tentang salah satu hasil riset mereka berkaitan dengan dewan riset dan lembaga pendukung di negara-negara di Asia Tenggara. Riset ini dikoordinasikan oleh Dr. Randy Spence. Riset tersebut menekankan isu science, technology, and innovation systems di Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Di bulan September 2007, saya bersama Bu Tusy AA (Sekretaris DRN), dan Dr. Derry Pantjadarma, diundang menghadiri pertemuan di Singapura berdiskusi tentang topik tersebut.

Seperti juga disampaikan dalam laporan riset tersebut, banyak hal yang harus dibenahi. Semua riset dan diskusi selalu menunjukkan bahwa, jika tidak ingin semakin tertinggal, kita harus bekerja lebih cerdas dan keras memperbaiki sistem inovasi di Indonesia.

Laporan hasil riset tersebut dapat diakses di http://www.idrc.org.sg/en/ev-134445-201-1-DO_TOPIC.html.

Semoga bermanfaat.

Dari Lokakarya Peningkatan Peran DRD Desember 16, 2008

Posted by Tatang in Beranda.
Tags: , , , , ,
add a comment

Walaupun ada dua narasumber yang batal hadir, di luar dugaan saya, diskusi sesi 1 [pleno] diwarnai antusiasme peserta [sebagian dari luar Jakarta] yang luar biasa.

Paparan dari Prof. Dr. Amin Subandrio [Deputi Menegristek Bidang Pengembangan Sipteknas] mengupas banyak isu penting terkait DRD dengan mengangkat topik “Hubungan dan Mekanisme Kerja DRN dan DRD dalam Penguatan Sistem Inovasi Nasional.” Beberapa butir penting yang sempat saya catat antara lain adalah : 1. Iptek bukanlah “area” yang terisolasi. Agar berkembang dan bermanfaat nyata, ia harus menjadi bagian integral dari sistem inovasi; 2. Pembentukan DRD merupakan keharusan yang digariskan oleh undang-undang [UU No. 18/2002]; 3. Pemda berkewajiban mendukung DRD [termasuk dalam aspek pembiayaan]; 4. DRD merupakan suatu lembaga non struktural dalam tataran pemerintahan daerah; 5. Penyebutan “DRD” memang digariskan oleh perundangan; 6. DRD akan efektif jika ia menjadi lembaga yang dapat mempengaruhi perbaikan kebijakan-kebijakan publik di daerah.

Narasumber kedua adalah Dr. Syachrumsyah Asri, SH, MSi, Wakil Ketua DRD Provinsi Kaltim. Pembicara berbagi pengalaman DRD kaltim sejauh ini, termasuk liku-liku politik daerah yang mau-tidak mau mempengaruhi perjalanan DRD Kaltim.

Narasumber ketiga adalah Prof. Dr. Siti Fatimah Muis, Ketua DRD Provinsi Jateng. Dalam penyampaian yang demikian lugas,  mengungkap banyak hal yang menurut hemat saya dapat menjadi pelajaran berharga bagi daerah lain, termasuk tentu saja keterbatasan yang masih dihadapi. Prof Siti mengakui bahwa sejauh ini agenda DRD masih “berfokus” pada sisi riset dan keiptekan, namun belum menekankan bagaimana keterkaitannya dengan dunia industri dan mengorientasikan aktivitas litbangyasa di Jateng yang memang berorientasi kepada pemenuhan kebutuhan nyata industri.

Narasumber keempat [terakhir pada sesi 1] adalah Dr. Hasan Basri Junin, Ketua DRD Provinsi Riau, yang juga berbagi pengalaman perjalanan DRD Provinsi Riau sejauh ini. Dengan gaya khas yang diselingi gurauan, Dr. Hasan mampu menyajikan informasi berharga tentang berbagai kendala yang dihadapi menjadi sesuatu yang sebenarnya berguna sebagai pelajaran penting bagi peserta.

Walaupun sesi tanya-jawab [diskusi] saya berikan dua kali, namun waktu yang disediakan panitia “terlampaui.” Meskipun ditambah 30 menit, tetap saja tidak dapat menuntaskan jawaban yang diminta peserta dari para narasumber. Cukup banyak peserta yang bertanya [dan juga menyampaikan saran]. Setiap peserta umumnya menyampaikan “pengantar” yang cukup panjang mengawali pertanyaan masing-masing yang umumnya lebih dari tiga. Secara umum, isu peran, bentuk kelembagaan, mekanisme hubungan kelembagaan [antarlembaga], pendanaan, dan konteks peraturan perundangan mewarnai pertanyaan peserta.

Membangun DRD sebagai suatu lembaga fungsional modern yang efektif memang merupakan suatu tantangan di Indonesia. Ini merupakan pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, dan sebenarnya merupakan tanggung jawab bersama komunitas iptek saja, tetapi juga birokrasi, dunia usaha, dan kalangan politisi. Betapa pentingnya tentu saja peran DRD ke depan terutama dalam mendorong pembangunan daerah menuju knowledge based economy dan knowledge based society.

Dalam beberapa kali kesempatan [di Jakarta dan beberapa daerah] saya pernah menyampaikan beberapa “kriteria” DRD yang berhasil [lihat taut pada blog opini pribadi saya].

Sayangnya, saya tidak dapat menghadiri diskusi pada sesi kedua, karena harus segera memimpin rapat.

Peningkatan Peran Dewan Riset Daerah [DRD] Desember 13, 2008

Posted by Tatang in Beranda.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

Salah satu agenda penting dalam pengembangan/penguatan sistem inovasi adalah penguatan kelembagaan. Pentingnya kelembagaan, dalam arti ”organisasi dan pengorganisasian” juga telah disebutkan dalam UU No. 18/2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

”Dewan riset” (research council), baik pada tataran nasional maupun daerah, diyakini sebagai salah satu yang diperlukan dalam sistem inovasi. Dalam praktiknya di berbagai negara, peran utama suatu dewan riset biasanya adalah sebagai ”dewan penasihat” (advisory council) bagi pemerintah. Dewan riset ini memang pada dasarnya berbeda dari ”dewan kebijakan” (policy council) yang biasanya memiliki peran sebagai ”pembuat/penentu kebijakan.”

Tidak seperti yang digariskan dalam UU No. 18/2002 tersebut, dalam kenyataannya tidak (belum) semua daerah otonom membentuk Dewan Riset Daerah (DRD).

Di antara beberapa ”isu” yang ditengarai mempengaruhi hal ini adalah menyangkut : pemahaman tentang DRD; persepsi tentang lingkup tugas, fungsi dan kewenangannya; bagaimana mekanisme kerjanya; serta sarana dan mekanisme koordinasi antardaerah (DRD) dan antara DRD dengan DRN.

Untuk mengupas hal tersebut, Dewan Riset Nasional (DRN) menyelenggarakan lokakarya bertemakan ”Penguatan Kelembagaan untuk Meningkatkan Peran Dewan Riset Daerah (DRD) dalam Pembangunan Daerah,” pada hari Senin, 12 Desember 2008 di Ruang Komisi Utama Lantai 3, Gedung 2 BPPT.

Saya mendapat undangan untuk menjadi moderator pada Sesi 1 (pleno) dalam lokakarya tersebut. Ini tentu menarik buat saya. Dalam berbagai kesempatan, baik pada tingkat nasional ataupun daerah, isu-isu seperti yang disebutkan memang hampir selalu muncul.

Harapan panitia bahwa lokakarya ini akan menghasilkan beberapa kesepakatan mungkin memang tidak mudah dicapai, kecuali proses ini telah diawali dengan serangkaian aktivitas sebelumnya yang mendukung dan lokakarya tersebut memang telah dirancang dan dipersiapkan untuk khusus untuk mencapai beberapa kesepakatan.

Walaupun begitu, saya sendiri sangat berharap bahwa aktivitas tersebut akan bermanfaat dalam mendorong penguatan kelembagaan DRD di daerah-daerah otonom di Indonesia [setidaknya pada tingkat provinsi] dan hubungan kelembagaan antara DRD dengan DRN bagi pemajuan sistem inovasi di Indonesia.

Semoga.

Catatan : tulisan-tulisan berkaitan dengan topik ini juga dapat dilihat di blog opini pribadi saya dan blog terkait lain.

 

Tebar Pesona di Dunia Maya Desember 8, 2008

Posted by Tatang in LAIN-LAIN.
Tags: , ,
5 comments

Belakangan, semakin banyak politisi dan partai politik [parpol] memanfaatkan media elektronik untuk “tebar pesona”, termasuk melalui internet. Web, blog, Facebook, dan sejenisnya mulai diramaikan oleh suasana “pesta demokrasi” 2009. Menarik, walaupun kita belum tahu “arahnya” ke mana pemanfaatan TIK ini dalam ancangan mereka.

Saya sendiri belum pernah ikut dalam kelompok-kelompok diskusi yang bernuansa “kepartaian”. Memang tidak ada larangan sekalipun kita “pegawai negeri sipil (PNS)” bergabung dalam diskusi-diskusi demikian. Tetapi saya belum yakin apakah tokoh yang bersangkutan yang memang langsung berada di balik situs internet, blog atau “profil” yang terpampang di Facebook, dan sejenis. Kalaupun ya, saya belum menemukan tokoh yang mengungkapkan “pandangan dan rencananya” untuk mengembangkan dan mendayagunakan pengetahuan bagai pemajuan bangsa dan negara ini. Apalagi bicara secara khusus tentang teknologi informasi dan komunikasi [TIK].

Dalam “dunia nyata,” saya malah sering “melihat” atau kebetulan “bertemu” dengan tokoh politik [dan yang telah menjadi pejabat] berbicara tentang ini. Yang jarang saya temui adalah mereka yang memang sungguh-sungguh dengan apa yang disampaikan dalam “pidato” sambutannya. Kita “terpaksa” mengelus dada karena sering setelah pidotao tersebut tidak ada tindak lanjut kongkritnya. Karena itu ada kalanya saya juga ragu apakah mereka “mengerti” dengan yang diucapkannya. Mungkin [sebagian besar] kita lebih berharap bahwa mereka menyampaikan pesan sederhana dengan niat yang tulus, dan tindakan yang nyata.

Di bidang TIK, saya lebih berharap para tokoh [atau calon tokoh] politik semakin mau membangun komunikasi timbal-balik yang positif dengan para ahlinya dan masyarakat – mau mendengarkan advis-advis ahli untuk perbaikan program yang ditawarkannya – bukan sekedar tebar pesona dan janji.

Semoga.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.